Kobe Bryant Meninggal

Kecelakaan Helikopter, Kobe Bryant Meninggal

Basketinfo.id – Berita Basket – Dunia basket internasional tengah berduka. Pasalnya, salah satu pemain, Kobe Bryant mengalami nasib naas saat hendak mengunjungi Mamba Sport Academic. Disana, sang pemain harus meregang nyawa saat helikopter yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. Selain Kobe, anak Kobe, Gianna dan penumpang lainnya juga meninggal di tempat akibat kecelakaan tersebut.

Hal itu meninggalkan duka yang dalam bagi semua pihak terutama bagi rekan-rekan Kobe dan juga pemain lainnya yang pernah berhadapan di lapangan. Salah satu pemain yang tampak terpukul adalah Shaquille O’Neal. O’Neal yang merupakan mantan rekan satu tim sang pemain saat bermain di LA Lakers juga mengaku sulit melupakan sang pemain dan juga merasa sangat sedih sehingga ia akhirnya merasa sangat sedih dan kesedihannya tidak dapat digambarkan.

Hendak mengunjungi laga Gianna

Kobe Bryant menemani Gianna yang juga anaknya untuk bertanding di Mamba Sports Academic. Kobe bertindak sebagai seorang pelatih dan Gianna bertindak sebagai sang pemain. Sayangnya, nasib buruk harus menimpa mereka tatkala helikopter yang ditumpangi keduanya harus jatuh Thousan Oaks. Hal tersebut langsung menewaskan keduanya dan juga para penumpang lainnya yang ada dalam pesawat tersebut.

Pemain yang berhasil meraih gelar NBA sebanyak 5 kali tersebut meninggalkan duka yang mendalam bagi banyak orang. Selain Shaquille, pihak lainnya yang juga turut menyampaikan rasa sedihnya adalah Presiden Donald Trump. Melalui akun Twitternya, sang presiden juga memberikan pesan bahwa ia merasa sangat sedih akan kepergian sang pemain yang tidak terduga. Tentunya, tidak ada yang tahu umur dari seorang manusia sehingga ia mengucapkan agar Kobe dapat beristirahat dengan tenang termasuk sang anak yang juga harus tertimpa nasib naas akibat kecelakaan tersebut.

Bukan itu saja, ada juga Kareem Abdul Jabar dan Michael Jordan yang menyampaikan rasa sedih mereka lewat akun media sosial mereka. Kareem mengungkapkan bahwa ia merasa sangat sedih dan menganggap Kobe sebagai kompetitor yang hebat. Sementara itu, Michael juga menganggap Kobe sebagai seorang adik karena sering bertemu.