Jadwal Bisa Bentrok Dengan Olimpiade 2021, Begini Rencana NBA

Jadwal Bisa Bentrok Dengan Olimpiade 2021, Begini Rencana NBA

Jadwal Kampanye musim baru NBA 2020/21 sudah dirancang sedemikian rupa, tapi siapa sangka perubahan agenda dikarenakan pandemi Covid-19 berpeluang membuat jadwal tersebut berbenturan dengan jadwal Olimpiade 2020 yang diselenggarakan tahun depan.

Sebelumnya, perlu diketahui bahwa sebenarnya pihak NBA telah menunda jadwal kompetisi musim 2020/21 dari jadwal yang seharusnya, juga karena alasan yang sama.

Jika merujuk pada keterangan resminya beberapa waktu lalu, Liga Basket Nomor Satu di Negeri Paman Sam ini paling cepat baru bergulir mulai akhir Desember 2020 mendatang, atau setelah hari Natal.

Andai keberlangsungan kompetisi berjalan lancar tanpa hambatan, besar kemungkinan akan ada bentrok dengan Olimpiade Tokyo yang akan dimulai pada Juli 2021 mendatang.

Ya, semestinya Olimpiade Tokyo digelar tahun ini, tapi terpaksa ditunda sampai tahun 2021 mendatang dikarenakan pandemi Virus Corona yang terus berlangsung hingga sekarang.

OGAH MUNDURKAN JADWAL

Terkait fakta tersebut, Adam Silver selaku Ketua Komisaris dari NBA mengatakan bahwa tidak mungkin rasanya untuk menunda kompetisi selama Olimpiade berlangsung.

Hal tersebut dikarenakan Olimpiade berlangsung selama sebulan, dan itu bukan waktu yang sebentar. Namun demikian, NBA akan mempertimbangkan beberapa opsi yang mungkin dilakukan.

“Kami akan pertimbangkan. Namun, saya pikir itu tidak mungkin berhenti untuk Olimpiade. Sebagaimana diketahui, itu tidak hanya berhenti dalam periode sebentar”

“Karena pemain harus memulai kamp pelatihan sebelum Olimpiade dan mereka juga harus istirahat setelah bertanding,” ucap Adam Silver dikutip dari berita basket laman Clutch Points.

Jelas, jika NBA sampai ditunda dari jadwal yang seharusnya maka ini akan menyebabkan jadwal di musim-musim berikutnya bakal ikut bergeser bahkan jadi semakin berantakan.

RUGIKAN BANYAK NEGARA

Hanya saja di satu sisi, sikap NBA yang tidak mau berhenti untuk Olimpiade Tokyo ini akan merugikan negara-negara peserta, termasuk Amerika Serikat. Pasalnya, mayoritas pemain andalan mereka masih aktif bermain di Liga Basket tersebut.

Faktanya, di NBA sendiri ada 108 Pemain Basket Professional yang berasal dari luar Amerika Serikat.