Fakta Wilt Chamberlain

Fakta Wilt Chamberlain, Center Terbaik Dalam Sejarah NBA

Basketinfo.id – Fakta NBA – Dunia basket mengenal Wilt Chamberlain, sosok center terbaik dalam sejarah NBA. Ia mulai bermain pada tahun 1983. Ia dikenal sebagai salah satu center yang paling dominan dalam sejarah NBA dan mampu meraih banyak rekor selama bermain.

Dengan permainan yang baik, ia mampu menjadi pemain yang mencetak banyak prestasi baik di level klub maupun individual. Berikut fakta-fakta menarik mengenai Wilt Chamberlain, pemain yang mampu mencetak banyak rekor selama bermain di NBA.

Rekor 30.000 tembakan

Dari debutnya, ia mampu menunjukkan kehebatannya sebagai seorang pemain bola basket. Menjalani debutnya sebagai pemain Warriors yang membawa kemenangan atas Boston Celtics. Saat itu, ia berhasil mencetak 55 rebound, sebuah rekor yang belum pernah dicetak oleh pemain debut di masa itu.

Setelah itu, sang pemain terus menunjukkan rekor permainan yang baik dengan mencetak sejumlah rekor sehingga ia mampu menjadi pemain yang hebat. Rekor terhebat yang pernah ia cetak adalah saat ia mencetak 30.000 poin. Cetakan tersebut sulit untuk dipecahkan siapa saja karena ia berhasil mencetak rekor yang sangat tinggi dan sulit untuk dicetak.

Meraih banyak gelar

Performa yang hebat mampu membawanya ke puncak tertinggi NBA. Ia mampu meraih sejumlah gelar baik di level individu maupun di level tim. Di level klub, ia mampu meraih sejumlah gelar seperti 2 kali juara gelar NBA.

Di level individual, kehebatannya juga mengantarkan sang pemain dengan meraih sejumlah gelar di level individu. Gelar seperti gelar MVP sebanyak 4 kali dan juga gelar rookie of the year karena sang pemain menunjukkan permainan yang sensasional.

Rekor free throw terbanyak

Sang pemain tidak hanya mengantongi rekor yang banyak karena ia juga mengantongi salah satu rekor terburuk dalam sejarah NBA, yaitu pemain yang mencetak rekor free throw gagal terbanyak selama sejarah NBA.

Menurut data, sang pemain gagal melakukan free throw sebanyak 5805 kali. Kegagalannya juga disebabkan oleh akurasi tembakan yang terbilang cukup buruk bagi seorang center sebesar 51,5%.