Chris Paul

Chris Paul Bangga Para Pemain NBA Tidak Ada Yang Golput!

Chris Paul selaku Presiden Asosiasi Pemain Basket NBA mengaku sangat senang mengatahui para pemain NBA saat ini sudah sadar tentang pentingnya ikut memberikan suara dalam Pemilu Presiden AS.

Dalam keterangannya, Pebasket Oklahoma City Thunder tersebut mengatakan bahwa sebanyak 90 Persen pemain NBA sudah terdaftar mengikuti Pemilihan Umum Presiden Amerika Serikat 2020 yang rencananya digelar pada 3 November mendatang.

Pada siaran langsung ABC sebelum berlangsungnya Game 3 Final NBA 2020 antara Miami Heat melawan Los Angeles Lakers kemarin, Chris Paul ikut bergabung.

Dalam kesempatan tersebut, dia memberikan informasi tentang upaya para pemain meningkatkan kesadaran dan menciptakan perubahan untuk keadilan sosial.

Bahkan, pada kaus yang dikenakan para pemain sebelum pertandingan berlangsung, terdapat tulisan ‘VOTE’ yang mengarah kepada pemungutan suara 3 November nanti.

“Saya sangat bangga untuk mengumumkan bahwa lebih dari 90 persen pemain di liga terdaftar untuk melakukan pemungutan suara. Lima belas tim bahkan sudah seratus persen,” kata Paul, seperti dikutip dari Yahoo!Sports.

MENINGKAT PESAT DIBANDING PEMILU 2014

Paul sendiri begitu bangga dengan fakta tersebut karena faktanya pada edisi pemilu di tahun 2014 silam, hanya ada 79 Persen Anggota NBA yang ikut memberikan suara mereka.

Bahkan, dari 79 persen tersebut hanya 20 persen yang akhirnya benar-benar mengikuti Pemilu. Fakta tersebut seolah menjadi bukti bahwa pemain NBA hampir tidak perduli dengan kondisi yang sedang terjadi di Negara mereka.

“Gelembung ini telah menjadi berkah luar biasa. Para pemain terus bisa tampil bermain. Tetapi mereka juga lebih peduli dengan situasi negara, terutama tentang pemungutan suara,” ujar Chris Paul, di laman NBC Sports.

PARTISIPASI LEBRON JAMES

Para pemain NBA pun fokus pada pertandingan Final setelah pemanasan tersebut, dan selepas laga game 3, LeBron James memberikan pidato singkat mengenai pentingnya untuk setiap orang yang memiliki hak suara untuk ikut melakukan voting.

James membuat organisasi yang diberi nama “More Than a Vote”. Organisasi tersebut mendaftarkan 10 ribu orang untuk pemungutan suara nanti, yang terdiri dari atlet dan artis terkemuka.