Bima Perkasa Siapkan Dua Pelatih Top Untuk IBL

Tim Basket Bima Perkasa telah mengantongi dua nama pelatih untuk menangani tim utama secara online jelang lanjutan Indonesian Basketball League (IBL).

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh pihak manajemen Klub, Dyah Ayu Pratiwi. Kedua nama tersebut adalah Kartika Siti Aminah dan Asep Nugroho.

“Setelah Kartika Siti Aminah yang kami tunjuk sebagai Manajer tim kepelatihan, ada nama Asep Nugroho mengisi slot pelatih fisik. Keduanya akan berduet untuk meramu program tim selama lanjutan IBL,” kata Dyah ayu Pratiwi.

Sebenarnya, Kartika Siti Aminah dan Asep Nugroho bukan nama asing, keduanya sama-sama punya prestasi. Kartika sendiri adalah pelatih pertama yang berhasil memenangkan gelar juara WNBL (Woman National Basketball League). Dia juga pernah jadi assisten pelatih CLS.

Sedangkan Asep Nugroho memang pernah bekerja sebagai pelatih fisik sejumlah tim basket ternama di Indonesia. Bahkan terakhir, dia menjabat sebagai pelatih fisik Timnas Basket Indonesia.

“Asep punya pengalaman segudang. Dia by data dan sempat kerja bareng Mbak Ika (Kartika) juga, jadi mereka yang akan menyusun program untuk kami, dari fisik maupun teknik,” sambung wanita yang akrab disapa Tiwi itu.

Lebih lanjut, Tim Basket asal Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut menegaskan bahwa pihaknya akan tetap mengikuti protokol kesehatan saat para pemain melakukan latihan, sesuai arahan dari BPBD Setempat.

Meski begitu, Tiwi menegaskan bahwa tetap ada kualifikasi untuk menembus tim utama dan para pemain juga wajib menyetorkan video latihan mereka kepada kedua pelatih di atas.

“Tapi pemain wajib melaporkan hasil latihan pada Mas Asep dan Mbak Tika secara langsung melalui video. Kami enggak main-main, ada target juga di lanjutan IBL nanti,” ucapnya.

Sebagai satu-satunya wakil dari DIY yang tersisa di ajang Indonesian Basketball League musim ini, nantinya tim Bima Perkasa akan bersaing dengan Satya Wacana Salatiga, Amartha Hangtuah, Pacific Caesar, dan Prawira Bandung untuk berebut tiket ke babak selanjutnya.

Menurut Tiwi sendiri, lawan terberat nantinya adalah Martha Hangtuah.

“Yang paling berat tentu Hangtuah, tapi kita tetap optimis sampai semifinal,” pungkasnya.